Ketua DPC LIN Jakarta Timur Abdul Gofur: Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Komitmen Kebangsaan -->

Header Menu

Advertisement

Ketua DPC LIN Jakarta Timur Abdul Gofur: Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Komitmen Kebangsaan

Redaksi
Rabu, Oktober 28, 2026

 Ketua DPC LIN Jakarta Timur Abdul Gofur: Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Komitmen Kebangsaan



BAROMETERMAS.COM. Jakarta, - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober menjadi refleksi penting bagi generasi muda Indonesia. Ketua Dewan Pimpinan Cabang LIN (DPC LIN) Jakarta Timur, Abdul Gofur, menegaskan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda harus dimaknai lebih dari sekadar upacara tahunan, Rabu (28/10/2026). 


Menurut Abdul Gofur, tiga ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, adalah fondasi utama yang masih sangat relevan untuk menghadapi tantangan bangsa di era digital dan disrupsi saat ini.


"Sumpah Pemuda itu bukan hanya teks sejarah yang kita baca setiap 28 Oktober. Itu adalah janji kebangsaan, komitmen moral anak muda untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan," ujar Abdul Gofur di Jakarta Timur, Senin (27/10/2026).


Makna Sumpah Pemuda di Tengah Tantangan Zaman


Abdul Gofur menilai, tantangan pemuda hari ini jauh berbeda dengan pemuda 1928. Jika dahulu melawan kolonialisme, kini pemuda Jakarta Timur dan Indonesia pada umumnya menghadapi tantangan radikalisme, hoaks, pengangguran, hingga krisis moral akibat derasnya arus media sosial.


"Kalau dulu pemuda bersatu untuk merebut kemerdekaan, hari ini pemuda Jakarta Timur harus bersatu untuk mengisi kemerdekaan. Melawan kemiskinan, melawan kebodohan, dan melawan perpecahan," tegasnya.


Ia menekankan bahwa semangat "Satu Bahasa" harus dimaknai sebagai kemampuan pemuda untuk menggunakan bahasa persatuan secara bijak di ruang digital, bukan justru menjadi alat untuk saling menghujat dan memecah belah.


Peran Strategis Pemuda Jakarta Timur


Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk dan pemuda yang besar dan heterogen, Jakarta Timur menurutnya memiliki peran strategis sebagai miniatur Indonesia.


"Jakarta Timur ini Indonesia kecil. Semua suku, agama, ada di sini. Kalau pemuda di Jakarta Timur bisa rukun, kompak, dan produktif, maka itu cerminan Indonesia yang kuat," jelasnya.


Untuk itu, pihaknya di DPC LIN  Jakarta Timur terus mendorong program-program pemberdayaan pemuda, mulai dari pelatihan kewirausahaan, penguatan literasi digital, hingga dialog kebangsaan lintas organisasi kepemudaan.


Pesan untuk Generasi Muda


Di akhir keterangannya, Abdul Gofur mengajak seluruh pemuda di Jakarta Timur untuk tidak apatis dan kembali menghidupkan semangat gotong royong.


"Saya berpesan kepada anak-anak muda Jakarta Timur: Jangan jadi penonton di negeri sendiri. Jadilah pelaku sejarah. Isi Sumpah Pemuda dengan karya nyata. Satu karya kecil kalian jauh lebih berarti daripada seribu kata-kata besar," pungkasnya.


Ia berharap peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi titik balik kebangkitan pemuda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan aktif membangun Jakarta Timur yang berkeadilan dan berdaya saing.


(AMINUDDIN)