Industri Rumahan Sale Pisang Madu Khas Pekalongan Hibat - Gaffi Bissa -->

Header Menu

Advertisement

Industri Rumahan Sale Pisang Madu Khas Pekalongan Hibat - Gaffi Bissa

Redaksi
Rabu, Maret 25, 2026

 Industri Rumahan Sale Pisang Madu Khas Pekalongan Hibat - Gaffi Bissa



BAROMETERMAS.COM. Pekalongan, - Sale Pisang adalah usaha kuliner yang mengolah pisang menjadi camilan lezat yang gurih dan renyah.

Salai pisang atau sale pisang adalah makanan ringan tradisional Indonesia, berupa hasil olahan pisang yang diiris-iris, dan dikeringkan. 

Kemudian makanan ini dapat digoreng menggunakan tepung beras dan minyak goreng tanpa bahan pengawet.

Sale pisang dimakan sebagi camilan dan dikenal mempunyai rasa manis dan aroma khas pisang. 

Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang, sehingga pisang Sale lebih tahan lama.



Dewi Rosari, seorang asal Pekalongan, membuktikan produk sederhana seperti sale pisang bisa menembus pasar modern dan menjadi andalan ritel di kalangan menengah sampai dengan pejabat teras.


Usaha yang ia rintis sejak awal 2012-an kini berkembang pesat dan menjadi sumber tambahan penghidupan keluarga.


Awalnya, Dewi hanya memasarkan sale pisang produksinya ke kalangan PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) sekitar kota dan kabupaten Pekalongan Jawa tengah.

Berawal dari mulut ke mulut dari suaminya Fatkhul Arifin sebagai Pegawai Kabupaten Pekalongan dan sebagai Pelatih Tenis lapangan.

Dewi mulai memberanikan diri menjadi marketing dalam perluasan usahanya.

Langkah itu mengubah arah bisnisnya secara signifikan. 

Untuk masuk ke pasar modern, ia harus berbenah.


Mulai dari mengurus izin edar hingga NIB usaha, sertifikasi halal MUI, PIRT hingga mendesain kemasan produk yang lebih rapi dan menarik.

Namun karena keterbatasan pasokan bahan baku, kini fokus distribusinya hanya di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Meski begitu, Dewi tetap konsisten menjaga kualitas produknya.


Di saat datangnya musim hujan, di mana biaya produksi ada pengurangan jika harus mengandalkan oven untuk mengeringkan pisang akan mengurangi kualitas pengeringan pisang kurang maksimal dan beresiko dengan kwalitas produksi sale.

Saat BarometerMas mewawancarai, Selasa ( 24/3/26 ).


“Kalau musim panas saja bisa 4 - 5 hari untuk proses penjemuran bahan sale. 

Kalau memaksakan dengan oven tentu ada pembekakan biayanya tentu lebih besar,” jelasnya.


Lebih sering dilakukan dengan sistem per kilogram lantaran permintaan pembeli. Namun dirinya tetap melayani permintaan pesanan dalam bentuk kemasan yang lebih cantik.


”Saya sih memang nyaranin kalau untuk rumahan itu lebih beli yang kiloan, karena takut nanti dibilang mahal atau gimana, kalau kiloan ini kan enak, dapatnya lebih banyak,” jelasnya.


Satu kilogram pisang sale kapas ini dijual Rp 80 ribu dan sale pisang ijo di bandrol Rp. 90 ribu.

Harga saat ini agak naik lantaran harga pisang di petani sudah mulai mahal dari sebelumnya. Dirinya tidak bisa mengurangi berat kemasan.


”Meski sedikit mahal tapi kualitasnya dan rasanya terjamin,” tegasnya.


Dewi juga memiliki 2 orang yang dilatih untuk menjemur pisang dan menggoreng dengan kualitas yang bagus. 

Dirinya mengambil dan memilih bahan baku untuk pembuatan pisang sale.



Berbicara soal pendapatan dari pisang sale ini, terkadang bisa hingga Rp 150 ribu sehari. Terkadang dalam sepekan, pihaknya mendapatkan Rp 1-1,3 juta. 

Namun umumnya dalam sebulan, dengan kondisi cuaca panas terik biasa meraup penjualan hingga Rp 5 jutaan.

Terkecuali dalam suasana menyambut Hari Raya idul fitri setiap tahunnya ada peningkatan hasil penjualan naik 50%.


(Zulfan Flora)